Pengertian Tune Up Mobil: Tujuan, Komponen dan Kisaran Biaya Tune Up

Pabrikan otomotif memerlukan tingkat presisi yang sangat tinggi untuk memproduksi mesin. Meskipun begitu tetap tidak bisa menjamin performa kendaraan selamanya mengingat di dalamnya terdapat banyak gesekan antar komponen. Oleh karena itu Anda perlu memahami pengertian tune up mobil agar wawasan lebih luas lagi.

Pengertian Tune Up Mobil

Istilah ini berasal dari 2 kata bahasa Inggris yaitu tune dan up yang berarti menyeting kembali. Secara umum Anda bisa menerjemahkan arti tune up mobil sebagai pekerjaan menstandarisasi seluruh komponen serta sistem kendaraan atau mengembalikan semua dengan penyetelan atau pembersihan.

Setiap pemilik mobil wajib melakukan tune up sebagai salah satu bentuk perawatan. Umumnya orang-orang menjadwalkan kendaraan roda empat untuk melakukan penyetelan ulang secara berkala kisaran satu tahun sekali. Ini akan membantu menjaga performa sekaligus memperpanjang umur kendaraan.

Singkatnya Anda dapat mengartikan tune up sebagai service ringan untuk menjaga performanya agar tidak menurun dengan penggantian spare part atau onderdil. Contohnya seperti mengganti filter udara, tutup distributor, rotor katup PVC, sensor oksigen, kabel busi serta pembersihannya.

Tujuan Tune Up Mobil

pengertian tune up mobil

Tidak dapat dipungkiri bahwa seiring pemakaian, kinerja mesin kendaraan berpotensi menurun. Secara umum jawaban dari pertanyaan apa tujuan tune up mobil adalah menjaga performanya agar tetap optimal.

Selain itu masih ada beberapa target lain yang ingin dicapai dari kegiatan menyetel ulang ini yaitu:

1. Menjaga Agar Mesin Tetap Awet

Fungsi tune up mobil pertama adalah dapat memperpanjang umur mesin. Tidak sedikit pemilik kendaraan yang melakukan perawatan ini secara rutin karena sadar bahwa ada banyak keuntungan dibaliknya. Salah satunya yaitu komponen-komponennya menjadi lebih awet dan tahan lama.

2. Memaksimalkan Performa

Tune up mobil juga bertujuan untuk mengoptimalkan performa mesin sehingga tetap mampu menghasilkan output yang tangguh. Sebab, seperti yang telah ada dalam penjelasan sebelumnya bahwa seiring penggunaan sehari-hari setiap kendaraan pasti berpotensi mengalami penurunan performa.

3. Memastikan Semua Mesin dalam Kondisi Baik

Jangan sampai Anda baru tahu bahwa terdapat komponen yang bermasalah saat kerusakannya sudah fatal. Sebab, satu kerusakan pada bagian tertentu berpengaruh terhadap keseluruhan mesin. Memastikan semua dalam kondisi baik sesuai buku manual akan meminimalisir kemungkinan tersebut.

Salah satu contoh kondisi mesin yang baik yaitu seperti saat akan menyalakan kendaraan, cukup dengan sekali starter mesinnya sudah bisa langsung hidup dan Anda tidak perlu mengulang-ulang proses starternya.

4. Menghindari Kerusakan Lebih Parah

Kondisi mesin menurun bisa menjadi tanda bahwa Anda perlu mengganti atau menyetel kembali komponen-komponen yang ada di dalamnya. Jika pemilik tidak segera melakukan tune up, maka justru berpotensi membuat bagian mesin lainnya ikut mengalami kerusakan.

Bagaimanapun setiap komponen yang ada di dalam mesin kendaraan saling berkaitan satu sama lain. sebaiknya meminimalisir kemungkinan terjadinya kerusakan lebih parah dengan melakukan tune up mobil secara rutin.

5. Menghindari Macet/Mogok di Tengah Berkendara

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Peribahasa tersebut cukup menjelaskan tujuan tune up mobil satu ini. Anda pasti tidak ingin saat berkendara di tengah jalan tiba-tiba mesin mengalami macet. Oleh karena itu perlu melakukan penyetelan ulang pada komponen kendaraan secara rutin.

Terkait: Penyebab mobil Distarter tidak mau Hidup

6. Menghemat Biaya Perawatan

Melakukan tune up secara berkala dapat menghindarkan Anda dari resiko permasalahan atau kerusakan komponen mesin yang lebih parah. Otomatis, hal ini juga akan menghemat biaya pengeluaran untuk melakukan perbaikan.

Cara Merawat Komponen Tune Up

Anda perlu merawat kendaraan secara berkala karena memang tidak sedikit bagian-bagian mobil yang sangat sensitif. Oleh karena itu sebaiknya lakukan pengecekan rutin terutama pada beberapa komponen tune up berikut:

Mengecek Karburator dan Throttle Body

Pemilik mobil dengan sistem non injeksi wajib melakukan pengecekan pada bagian ini secara rutin. Biasanya mekanik akan menyetel ulang RPM pada karburator. Sementara untuk kendaraan injeksi hanya perlu mengecek dan membersihkan throttle body atau katup gas.

Umumnya di bagian dinding katup gas pasti penuh dengan kerak. Untuk membersihkannya Anda perlu cairan khusus carbu cleaner. Jangan lupa mengecek Idle Speed Control value-nya untuk mengatur RPM mesin. Sebab, angkanya bisa naik turun jika dalam keadaan kotor.

Mengecek Sekaligus Membersihkan Saringan Udara

Jika kotorannya belum terlalu tebal biasanya mekanik membersihkan permukaan saringan udara menggunakan angin bertekanan. Namun, jika sudah sangat kotor Anda harus mengganti filter baru karena akan sulit menghilangkannya.

Menyetel Celah Katup

Ini berguna untuk memposisikan katup agar sesuai standar. Celah normalnya berada pada kisaran 0,2-0,3 m. Jika lebih maka akan menyebabkan tenaga ngempos dan menimbulkan suara berisik.

Begitupun bila terlalu kecil dapat menimbulkan kebocoran kompresi.

Pengecekan ini berlaku pada mesin dengan sistem katup konvensional. Sedangkan untuk mobil rilisan terbaru tidak perlu melakukannya karena mayoritas sudah mengadopsi sistem HLA yang mampu memanfaatkan oli mesin untuk menyetel celah secara otomatis.

Simak tanda: Oli Power Steering Bocor

Membersihkan Busi dan Mengecek Celahnya

Anda perlu mengecek komponen ini untuk menjaga supaya api yang keluar normal tidak kekecilan ataupun kebesaran. Sebenarnya pabrikan sudah mengatur celah busi namun bisa mengalami sedikit perubahan karena terus berinteraksi dengan tekanan kompresi.

Mengecek Aki

Saat mesin mati tegangan akinya harus berada pada 12 volt sedangkan ketika menyala maksimal 14 volt. Pengecekan komponen ini juga termasuk melihat kapasitas arusnya menggunakan battery tester.

Khusus jenis aki reguler harus melakukan pengecekan pada elektrolitnya apakah masih cukup bagus atau sudah tidak layak. Selain itu juga perlu mengecek volume ar di dalamnya.

Mengecek Tegangan V Belt

Kondisi dan tegangan komponen ini wajib Anda cek secara rutin. Khusus mesin tension ulir jika tegangannya kendor maka perlu penyetelan ulang. Sedangkan jika kondisi tersebut ada pada tensioner pegas maka harus mengganti v beltnya dengan baru.

Mengecek Fluida

Maksud fluida disini adalah berbagai pelumas meliputi oli transmisi, mesin, minyak rem, gardan dan power steering. Pengecekannya bukan hanya pada volume namun juga tingkat pelumasan apakah masih baik atau perlu diganti.

Biaya Tune Up Mobil

Mengingat komponen tune up mobil tidak sedikit serta pekerjaan mekanik lebih detail maka wajar jika tarifnya relatif mahal daripada service kendaraan biasa. Minimal dalam satu kali penyetelan ulang ini Anda harus menyediakan dana sebesar 1 jutaan di tempat resmi.

Namun terkadang, di bengkel umum banderolnya lebih murah. Tarif tersebut bisa membengkak jika mayoritas komponen mesin kendaraan Anda perlu diganti. Selain itu biaya tune up juga tergantung pada jenis mobil semakin mewah tipenya maka pengeluaran dana untuk perawatannya pun pasti lebih mahal.

Demikian ulasan mengenai pengertian tune up mobil. Sekarang Anda sudah paham bahwa ini berbeda dengan service biasa. mulai dari tujuan, komponen hingga biayanya tidak sama. oleh karena itu pastikan untuk melakukannya secara rutin.

Bagikan ke:

Artikel menarik lainnya:

Tinggalkan komentar