Beranda Education

Sejarah Batik Banten, Gambar Motif, Filosofi yang Jarang Diketahui

210

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara dengan berbagai kekayaan alam yang sangat menawan dan mempesona. Hampir semua wilayah di Indonesia memiliki ciri khas salah satunya yaitu Banten.

Selain terkenal dengan wisata alam dan pesonanya, Banten juga terkenal dengan batiknya. Batik Banten memang sudah terkenal di seluruh Indonesia, banyak sekali yang menyukai batik satu ini karena setiap corak dalam batik mengandung filosofi. Lalu, bagaimana sejarah batik Banten yang sebenarnya? Berikut ulasannya!

Sejarah Batik Banten

Kemunculan batik di tanah air memang sudah ada sejak lama. Batik Banten merupakan salah satu batik yang berasal dari provinsi Banten serta RI. Batik Banten adalah bukti kearifan lokal yang tersisa dari kerajaan Pemerintahan Islam Kesultanan Banten.

Pemerintahan pada masa itu telah mewariskan berbagai benda kuno yang mempunyai ragam khas serta unik. Melalui warisan tersebut juga, masyakarat bisa mengukir karya unggulan sebagai bekal anak cucu di tanah Banten.

sejarah batik Banten
Motif sri manganti batik Banten

Berbagai kajian dimanfaatkan melalui ragam hias khas Banten yang di desain dan di transformasikan dalam media berupa kain katun serta sutra yang kita kenal dengan sebutan batik Banten. Batik yang satu ini kaya akan filosofi dimana ada arti dalam setiap motif yang diambil dari toponim.

Batik Banten kini telah masuk ke kancah Internasional, tentu bukan karena bentuk serta tatananannya saja, melainkan batik ini juga memiliki ciri khas yang membedakannya dan menjadi daya tarik tersendiri.

Tepat pada tahun 2003, batin Banten telah melewati berbagai proses panjang yang sampai akhirnya kini diakui oleh seluruh dunia. Batik ini dipatenkan setelah ada kajian di Malaysia serta Singapura dimana pada saat itu kajian tersebut di ikuti oleh 62 negara di dunia.

Batik Banten telah mendapatkan predikat terbaik se-dunia dan dari predikat tersebut Batik Banten menjadi batik pertama yang mempunyai hak paten di UNESCO.

Batik Banten memiliki ciri khas dan motif yang unik. Disamping setiap motif menceritakan tentang sejarah atau tell story, beberapa motif dari batik ini juga di adopsi dari beberapa peninggalan benda sejarah seperti nama penembahan kerajaan Banten dan gerabah.

Motif Batik Banten

Setelah anda mengetahui sejarah batik Banten, pastinya anda juga penasaran bukan mengenai motif dari batik Banten? Nah sebelum anda mengetahui apa saja motif batik banten, anda perlu tahu terlebih dahulu bahwa batik Banten memiliki beberapa perbedaan dimana perbedaan tersebut menjadi ciri khas dari batik tersebut disamping motifnya yang unik. Berikut ini beberapa perbedaannya:

Motif Batik Banten

Perbedaan pertama yaitu dari segi motif dimana telah disebutkan diatas bahwa setiap motif dari batik Banten memiliki filosif dan setiap motifnya menceritakan tentang sejarah serta diambil dari benda-benda peninggalan kuno atau Artefak Terwengkal.

Warna Batik Banten

Selain motif, perbedaan lainnya yaitu dari segi warna dimana umumnya batik Banten selalu berwarna abu-abu soft. Warna tersebut dipercaya menunjukkan karakter dari orang Banten yang selalu memiiliki cita-cita, kemauan, temperamental yang cenderung tinggi dan selalu memiliki ide namun pembawaannya sederhana.

Filosofi Batik Banten

Perbedaan yang terakhir yaitu pada filosofi dimana setiap motif selalu berkaitan dengan sejarah dari Banten itu sendiri seperti desa-desa, nama sultan ataupun gelar bangsawan serta nama ruang di Kesultanan Banten.

Tiga perbedaan inilah yang tentunya menjadikan Batik Banten selalu berbeda dengan batik-batik jenis lainnya yang ada di Indonesia.

Lihat juga: Sejarah singkat masjid Istiqlal Indonesia

Sesuai yang telah dijanjikan, berikut ini beberapa motif Batik Banten yang cukup populer dan selalu menjadi pilihan:

motif batik banten yang mudah digambar
Motif datulaya, gambar batik banten yang mudah digambar
  1. Dataluya, merupakan motif batik yang diambil dari tempat tinggal Sultan Maulana Hasanuddin.
  2. Kaibona, merupakan motif yang diambil dari bangunan pagar Keraton Istana Banten.
  3. Kapurban merupakan motif yang diambil dari nama gelar yang disematkan kepada Pangeran Purba pada saat penyebaran Agama Islam.
  4. Kawangsan merupakan motif yang diambil dari nama gelar dari Pangeran Wangsa.
  5. Kesatriaan merupakan motif yang diambil dari nama perkampungan tempat belajar Agama.
  6. Langenmaita merupakan motif yang diambil dari nama tempat berlabuhnya kebahagiaan dalam mengarungi samudra cinta dengan menggunakan kapal pesiar atau dermaga.
  7. Mandalikan merupakan motif yang diambil dari nama gelar yang disematkan untuk Pangeran Aria Mandalika.
  8. Memoloan merupakan motif yang diambil dari kontruksi bangunan pendopo kesultanan serta atap menara mesjid.
  9. Pamaranggen merupakan motif yang diambil dari tempat pengrajin keris serta aksesorisnya.
  10. Pancaniti merupakan motif yang diambil dari nama bangsal pada saat Sultan Maulana Hasanuddin menyaksikan prajuritnya berlatih.

Nah itulah 10 motif Batik Banten yang mengandung filosofi dan telah diakui Unesco. Tentu masih banyak lagi motif lainnya yang tak kalah cantik dan mengandung arti.

Simak juga: Jenis kain untuk Gamis

Batik Banten merupakan salah satu wajah Indonesia yang patut kita banggakan dan lestarikan. Dengan mengetahui sejarah batik Banten dan motifnya tentu menjadi salah satu langkah tepat yang kita lakukan untuk mengetahui betapa kayanya Indonesia dari berbagai sisi.

4 KOMENTAR

  1. Jujur ya, sampai sekarang saya tuh masih belum bisa bedakan, mana motif batik daerah ini, mana motif batik daerah itu.
    Semua batik ya saya bilangnya batik hahaha.
    Malah saya pikir batik itu identik dengan Jawa tengah 😀

    Kalau saya cari batik itu lebih ke warna dan corak yang kecil.
    Warnanya yang cerah, corak kecil, itu kece banget 😀

    • Sama mbak. Saya juga gitu dan memang tiap daerah, khususnya di Jawa banyak banget motifnya. Saat saya ke Semarang beli batik, juga beda jika saya bandingkan dengan yang di Jogja.

      Apalagi di Banten ya..hihi

  2. Walaupun sudah dijelaskan tapi saya masih belum bisa bedakan antara batik Banten dan batik Pekalongan, soalnya mirip mirip. Tapi yang penting batik Banten sudah go internasional ya kang.😀

    • Nah itu dia kang. Memang mirip-mirip, bagi orang awam seperti saya, pasti tidak akan bisa cepat mengenali juga.
      Cuman, kalau saya perhatikan, bahwa tiap corak batik itu memiliki filosopi masing-masing. Nah, ini yang membuatnya berbeda.

      Kalau batik Banten Go International karena sudah mendapatkan pengakuan dari Unesco. Batik yang lain juga kok (kalau tidak salah ya, hehe).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here