Perkembangan Startup di Indonesia: Peluang dan Tantangannya

Perkembangan startup di Indonesia memang sangat signifikan dan menggembirakan. Mengacu pada data situs startupranking.com, Indonesia berada pada posisi 5 besar pemilik startup dengan jumlah mencapai 2.239 startup.

Artikel ini akan mengulas mengenai perkembangan perusahaan startup di Indonesia serta peluang dan tantangannya ke depan.

Perkembangan Startup di Indonesia dan Peluangnya

Perusahaan startup atau perusahaan rintisan dalam perkembangan di Indonesia tidak lepas dari fenomena global. Saat itu, kepopuleran internet dan world wide web sangat tinggi, yakni pada tahun 1990-an.

Selanjutnya antara tahun 1998-2000, perusahaan-perusahaan besar dunia mengalami peningkatan signifikan saham.

Satu dari sekian alasannya adalah kepopuleran internet dan penggunaan domain .com oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Sehingga pada periode tersebut, sering pula disebut dengan fenomena gelembung dot com atau gelembung teknologi informasi.

Setelah fenomena tersebut berakhir, kemudian di dunia internasional bermunculan perusahaan-perusahaan startup.

Secara sederhana, perusahaan startup merupakan perusahaan atau proyek yang dilakukan oleh seorang wirausahawan untuk mencari dan mengembangkan sebuah model bisnis yang berpotensi untuk menghasilkan keuntungan (scalable).

Karena pada awalnya perusahaan startup mengembangkan model bisnis yang dipadukan dengan teknologi informasi, maka biasanya perusahaan startup mengalami ketidakpastian dan tingkat kegagalan yang tinggi.

Catatan mengenai tingginya tingkat kegagalan perusahaan startup, dilaporkan oleh majalah Fortune pada tahun 2014 yang mengestimasi bahwa 90% startup gagal.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa ada 101 perusahaan startup yang menjadi sampel ditemukan 5 faktor penyebab kegagalan perusahaan tersebut, diantaranya produk/jasa yang tidak menarik, masalah pendanaan, masalah personil/staf, kompetisi, dan masalah harga jasa/produk.

Sementara di Indonesia, perkembangan startup juga sangat signifikan. Dukungan perkembangan ini terutama ditopang oleh pertumbuhan penggunaan internet.

Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2015 mencapai 132,7 juta pengguna.

Jumlah pengguna internet ini semakin bertambah. Berdasarkan survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2019/2020 mengumumkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 196,7 juta pengguna.

Selain karena faktor pengguna internet yang banyak dan terus meningkat, berkembangan startup di Indonesia juga didukung oleh pasar yang luas.

Transaksi jual beli di pasar online utamanya di Kawasan Asia Pasifik termasuk paling besar.

Kawasan ini mendominasi transaksi e-commerce dunia sebesar 56,2% pada tahun 2016.

Berkembanganya transaksi penjualan di kawasan ini juga memberikan pengaruh positif bagi Indonesia.

Hal ini ditandai dengan tingginya minat para investor, baik dalam maupun luar negeri berinvestasi di perusahaan-perusahaan startup.

Bentuk investasi itu berupa penyertaan modal ventura, dimana para investor menjadi pemilik saham perusahaan.

Sehingga tidak heran, banyak startup-starup Indonesia saat ini sudah menyandang predikat unicorn, bahkan ada yang sudah menjadi decacorn.

Saat ini Gojek tercatat sebagai perusahaan decacorn dan memiliki valuasi salah tertinggi.

Tantangan Startup di Indonesia

Selain memiliki peluang yang cerah, ada beberapa tantangan perkembangan startup di Indonesia yang perlu dicermati atau diperhatikan oleh para wirausahawan yang mau atau sedang berkecimpung di bidang ini.

1. Personil/Staf

Bekerja dan mengembangkan model bisnis yang terbilang baru dibandingkan model bisnis konvensional merupakan hal yang harus dilewati oleh orang-orang bergerak di perusahaan startup.

Personil, staf, atau karyawannya harus memiliki kualitas sumber daya manusia yang mumpuni. Selain itu, harus melek dan peka dengan perkembangan teknologi informasi.

Orang-orang yang bekerja di perusahaan startup juga dituntut untuk kreatif dan inovatif. Sehingga mampu memberikan terobosan dan solusi-solusi yang dihadapi pelanggan mereka.

2. Produk/Jasa

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kemunculan dan berdirinya berbagai perusahaan startup bak jamur tumbuh di musim hujan. Namun, seperti data yang disampaikan di awal bahwa banyak yang hanya seumuran jagung.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah produk atau jasa yang mereka tawarkan tidak menarik bagi konsumen. Sebabnya, karena tidak memberikan kontribusi atau solusi yang berarti bagi mereka.

Meski produk/jasa di bidang startup dituntut kreatif, namun tidak boleh melupakan aspek inovasi dan solusi bagi konsumen dan pelanggan.

3. Pendanaan

Perusahaan startup saat masa awal diperkenalkan membutuhkan biaya promosi yang tidak sedikit. Apalagi jika produk atau jasa yang ditawarkan adalah hal yang sangat baru bagi konsumen.

Selain biaya promosi, yang meliputi periklanan, perusahaan juga harus gencar dalam mengedukasi konsumen. Sehingga aksi ‘bakar uang’ bukan merupakan hal yang asing bagi perusahaan startup.

Simak juga: Peluang Usaha Dagang di Desa yang Menguntungkan

Pendanaan yang tidak sedikit dan harus menggelontorkan dana dalam waktu yang tidak singkat, membuat sebagian besar perusahaan startup tidak bisa berkembang bahkan mengalami kegagalan.

Tinggalkan komentar