Home Blogging

Pengalaman Menggunakan Blog AMP di Blogspot & WordPress

Pengalaman menggunakan blog AMP ini saya tuliskan berdasarkan kesan selama mengaplikasikan fitur AMP, baik pada platform blogger (blogspot) ataupun wordpress (self hosted). Mau tahu bagaimana kesan saya? Let’s go.

Teknologi AMP (Accelerated Mobile Pages) pada web atau blog telah diperkenalkan oleh google beberapa tahun silam. Ringkasnya, fitur ini diperkenalkan untuk memenuhi trend peningkatan penggunaan smartphone saat berselancar di dunia maya.

Penggunaan smartphone dalam internet memang sangat besar. Hampir setiap statistik web jika ditelusuri, biasanya persentase yang menggunakan smartphone kurang lebih 80%.

Google sebagai pionir mesin pencari selalu berusaha menjawab kebutuhan visitors. Hampir selalu google merekomendasikan agar blog users friendly yang jika dibreakdown diantaranya terdiri dari; tampilan web yang sederhana (fokus pada tulisan), navigasi yang mudah, dan kecepatan akses situs sangat diperhitungkan.

Berbeda dengan teknologi Non AMP, blog yang memakai fitur AMP ini akan sangat cepat. Dalam hitungan beberapa detik saja, sebuah blog atau halaman tertentu di blog akan bisa diakses.

Pengalaman Menggunakan Blog AMP

Kali ini, saya akan sedikit menuliskan pengalaman saya menggunakan template blog AMP pada salah satu blog saya.

Beberapa waktu lalu, satu dari blog yang saya kelola, saya ganti templatenya dari template biasa (non AMP) menjadi template blog AMP. Ada beberapa hal yang bisa menjadi catatan bagi para blogger yang ingin menjajal template AMP ini.

1. Akses Lebih Cepat

Penggunaan template AMP memang dimaksudkan untuk mempercepat akses web. Pun begitu saat penerapan template AMP membuat blog saya sangat cepat di akses.

Sebenarnya, dengan desain template yang mobile friendly pun (non AMP) kecepatan akses blog saya tergolong cepat (sedang). Namun, google terlanjur memperkenalkan teknologi AMP yang lebih cepat dibandingkan desain template mobile friendly sekalipun.

Sayangnya dengan alasan ini, saya pun termakan provokasi mencobanya pada blog saya. Dan benar saja, akses web saat diklik pada hasil pencarian – wuzz – sangat cepat.

2. Peningkatan Pengunjung

Pengunjung atau traffic sebuah blog memang sangat diperhitungkan. Apalagi jika blog dibuat monotize, sebuah alur berpikir sederhana bisa dituliskan seperti ini: traffic = money.

Dengan menggunakan template blog AMP terjadi peningkatan pengunjung pada blog saya. Saya mengamatinya, karena desain template AMP yang saya terapkan memang sangat sederhana, fitur-fitur lain di sidebar diminimalisir (fokus pada konten), dan kecepatan akses tentunya.

Peningkatan pengunjung ini walaupun tidak terlalu signifikan, mungkin perubahannya sekitar 10% saja untuk sementara waktu, tapi ini sudah menjadi sedikit bukti atau evidance bahwa penerapan template AMP mempengaruhi peningkatan pengunjung.

Dalam hal ini, saat saya menuliskan catatan ini, blog yang saya terapkan template AMP tidak saya lakukan penambahan postingan atau artikel, tidak melakukan link building yang berarti untuk meningkatkan posisi SERP. Sehingga klaim saya bahwa penggunaan template AMP, memang mampu meningkatkan pengunjung.

3. Mobile First Indexed

Penggunaan template blog AMP ternyata juga membuat fitur index mobile blog saya diaktifikan. Mobile first-indexing sebenarnya telah diperkenalkan google sekitar setahun lalu.

Salah satu bot google yang ada adalah smatphone googlebot. Bot ini yang berfungsi dalam meng-crawl web atau blog yang menerapkan mobile. Dan kabar baiknya, pengaktifkan mobile index ini akan mudah didapatkan pada blog AMP.

Beberapa waktu lalu, saya dikirimi email google yang memberitahukan bahwa fitur mobile index saya telah diaktifkan. Ini disebabkan, bot google mendeteksi bahwa perbandingan (komparasi) antara postingan mobile dan desktop blog saya adalah sama.

mobile-fisrt-indexing

Template mobile friendly pun sebenarnya akan mendapatkan pemberitahuan ini. Tidak hanya pada blog AMP, sebab blog ini pun pada awalnya telah mendapatkan pemberitahuan yang hampir sama dengan di atas.

Jadi tenang saja, walaupun blog anda masih menggunakan template non AMP, notifikasi demikian masih bisa didapatkan, yang penting template yang anda gunakan adalah template responsive dan mobile friendly.

4. Mengedit Ulang Postingan

Penggunaan template AMP memang tidak semudah yang dibayangkan. Untuk mendapatkan dua poin awal di atas, dibutuhkan effort yang cukup banyak. Kesabaran dan waktu mengedit ulang postingan.

Ini sesuai pengalaman saya, sebab penerapan template blog AMP ini, diterapkan pada blog yang telah banyak artikel di dalamnya. Ini sebuah yang patut diperhatikan bagi anda yang ingin berpindah pada template blog AMP, terutama yang masih menggunakan platform blogger.

Akan lebih bagus jika penggunaan tenplate AMP dilakukan pada blog baru. Sebab ini tidak membuat anda harus mengedit ulang postingan yang telah lama.

Pengeditan postingan dalam hal ini, hanya pada penggunaan gambar atau video dalam postingan. Sebab template-template AMP blogger, umumnya telah valid pada template secara umum dan valid pemasangan iklan.

Masalah terbesar memang hanya pada pengeditan gambar dan atau video pendukung artikel. Saya ingin menampilkan sejumlah error yang berhubungan dengan gambar artikel pada saat saya menggunakan template blog AMP.

error-template-blog-amp

Di atas adalah salah satu screen shoot salah satu artikel yang belum saya edit hingga valid AMP. Terlihat bahwa issue atau masaalah yang muncul berasal dari postingan gambar artikel.

Berbeda dengan platform blogspot, menggunakan AMP di wordpress tergolong lebih mudah. Permasalahan tag HTML yang tidak valid bisa teratasi. Hal ini karena sudah banyak theme wordpress yang mendukung fitur AMP.

Hal yang menjadi soal biasanya, hanya pada ukuran gambar featured image yang mengkhendaki ukuran size minimal 1200 x 675 px. Jadi, agar artikel menjadi valid, maka harus menyesuaikan dengan persyaratan minimum tersebut.

5. Image size smaller than recommended size

Seperti yang telah saya singgung di atas. Ini adalah masalah terbaru yang dihadapi pengguna template AMP, bukan hanya blogger, juga dikeluhkan oleh pengguna wordpress. Keluhan ini pada grup support plugin AMP.

Kebijakan baru google terhadap gambar artikel pengguna AMP adalah mengharuskan menggunakan ukuran gambar sedikitnya 1200 px. Ukuran gambar yang cukup besar. Bisa dibayangkan, jika gambar pada artikel yang kita buat kurang dari itu, maka akan ada notifikasi warning dari webmaster google.

Image-size-smaller-than-recommended-size-blogger

Pesan inilah yang saya dapatkan beberapa hari lalu terhitung artikel ini dibuat. Sontak saja, ini membuat saya mencari kesana-kemari solusi mengatasi warning ini.

Ternyata, bukan saja saya yang mendapatkan demikian. Banyak para blogger dunia juga mendapatkan hal demikian.

Solusi permasalahan ini telah ditulis oleh kang Adhy, Mengatasi Warning Webmaster Image Size Smaller.

Perubahan ini sangat memberatkan para pemilik website. Gambar artikel yang telah lama diposting, harus diubah lagi size-nya mengikuti aturan tersebut. Pemilik website dunia mengeluhkan hal demikian, sebab banyak diantara mereka telah menerapkan AMP di CMS wordpress, dan belum ada solusi yang berarti kecuali mengedit satu per satu artikel. Bisa dibayangkan beratnya jika artikel telah mencapai ribuan.Capek.

PS: blog yang saya terapkan template AMP bisa dicek disini.

Sementara untuk contoh blog wordpress (self-hosted) yang menggunakan AMP adalah blog ini sendiri. Saya memutuskan menggunakan plugin AMP di blog ini, selain karena theme Newsmag memang mendukung, juga dikarenakan blog ini belum lama ini migrasi dari blogspot ke wordpress.

6. Earning Adsense

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana dampak penggunaan AMP terhadap penghasilan dari adsense? Untuk saat ini, saya tidak bisa menuliskan terlalu banyak. Hanya berdasar pengalaman saya.

Untuk penghasilan adsense saat menggunakan AMP, pada platform blogger – penghasilan mengalami penurunan drastis. Sebab, peletakan iklan hanya bisa diterapkan di bagian bawah judul, akhir artikel, dan sidebar atau footer. Tidak bisa diterapkan di tengah artikel.

Padahal, rasio klik iklan paling tinggi biasanya terjadi jika iklan diletakkan di tengah-tengah artikel.

Sementara dampak AMP terhadap penghasilan adsense di platform wordpress, saya perhatikan juga tidak signifikan. Kalau pun meningkat, sedikit sekali.

Sebabnya yang saya perhatikan, karena iklan yang diletakkan di atas judul (header) atau di bawah judul artikel terload lebih lambat dibandingkan artikel. Sehingga pengunjung tidak melihatnya untuk pertama kali. Dampaknya, rasio klik iklan menjadi menurun

Penutup

AMP merupakan teknologi baru yang diperkenalkan google. Dan terlihat bahwa teknologi ini masih dalam pengembangan dan penyesuaian.

Hal lain bahwa untuk penggunaan template AMP, untuk sementara saya masih menggunakan template AMP blogger. Ini akan berbeda jika menggunakan template AMP wordpress.

Penggunaan template AMP baik blog maupun wordpress harus dipikir baik-baik. Disatu sisi menawarkan pengalaman pengguna/visitor yang baik dan peningkatan pengunjung, namun masih banyak menyisahkan tantangan dalam penggunaanya.

Penggunaan template AMP di wordpress pada awalnya lebih mudah jika dibandingkan dengan blogger. Sebab, di wordpress telah tersedia plugin yang bisa diinstall untuk mempermudah proses perpindahan blog menjadi valid AMP. Namun dengan kebijakan terbaru ini, menyisahkan sejumlah masalah yang tidak sedikit.

Baca jugaTips dan Cara Mencegah Pencurian Konten Blog

Inilah pengalaman saya menggunakan template blog AMP blogger. Keputusan kembali pada anda untuk menggunakan template AMP baik pada blogger maupun wordpress. Semuanya ada konsekuensinya.

Saya akan sangat senang jika ada feedback atau pengalaman dari anda terhadap penggunaan atau pandangan lain terhadap AMP. Silahkan berikan komentar pada kotak komentar.

4 COMMENTS

  1. Pertamax gan, saya pun menggunakan amp gan tapi masih pakai blogger. Masalah yang sering saya jumpai yaitu ukuran gambar yang belum seusi dengan rekomendasi. Salam kenal gan dari saya.

    • Salam kenal kang. Memang itu permasalahan yang cukup merepotkan, apalagi saat awal-awal pindah ke teknologi AMP, saya sampai berhari-hari dan berminggu-minggu melakukan edit ulang pada setiap postingan blogspot saya.

  2. Om template blogger amp nya pake apa yaa? Kalo mau download atau beli rekomendasi yg bagus dimana

    • Saya pakai template AMP dari kang Adhy Suryadi dari Kompiajaib. Salah satu blogger Indonesia yang selalu konsisten memberikan tutorial terbaru mengenai blogspot. Boleh silahkan beli disana kalau mau pakai template AMP blogspot. Supportnya bagus dan selalu up date template.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here